Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Hukum Sound Horeg menurut pandangan Islam [Ustadz Daswan setiawan

Hukum Sound Horeg menurut pandangan Islam [Ustadz Daswan setiawan

Hukum Sound Horeg Dalam Islam

Assalamu'alaikum sahabat AstarNet164, pada kesempatan kali ini kami akan share pembahasana penting mengenai hukum sound horeg dalam Islam. Untuk lebih jelasnya silahkan klik link videa dibawah ini dengan durasi singkat kurang lebih 11 menitan lebih sedikit.

#soundhoreg #daswansetiawan #musik #soundhoreg #daswansetiawan #musik
Read More
Bahaya Meremehkan Kemaksiatan Dan Dosa

Bahaya Meremehkan Kemaksiatan Dan Dosa

Ilustrasi Bahaya Remehkan Maksiat Dan Dosa

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Maka seorang insan apabila melakukan sebuah maksiat, dia meremehkannya, kemudian dia meremehkan kali yang kedua lagi, dan kali yang ketiga, demikian seterusnya.

Sampai bisa mengantarkannya kepada kekufuran.

Maka apabila dosa-dosa sudah bertumpuk-tumpuk di dalam hati, dosa tersebut akan menghalangi dia dari hidayah dan cahaya petunjuk.

Sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ.
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka amalkan itu telah menutupi hati mereka.” [QS. Al-Muthaffifin: 14]

📑 Tafsir surat Al-Baqarah 1/214
---------------------
خطر استهانة المعاصي والذنوب

‏ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى : فالإنسان إذا فعل معصية استهان بها ‏ثم يستهين بالثانية، والثالثة … وهكذا حتى يصل إلى الكفر ‏فإذا تراكمت الذنوب على القلوب حالت بينها وبين الهدى والنور

‏كما قال ﷻ: ‏{كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون} ‏تفسير سورة البقره 1/214


Referensi: https://www.dakwahpost.com/2023/02/bahaya-meremehkan-kemaksiatan-dan-dosa.html

Read More
Surga Bagi Siapa yang Memenuhi Catatan Amalnya dengan Istighfar

Surga Bagi Siapa yang Memenuhi Catatan Amalnya dengan Istighfar

keutamaan Istighfar

Seseorang datang mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri betapa gersang dan tandusnya bumi maka beliau berkata, "Istighfarlah kepada Allah!"

Datang yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata, "Istighfarlah kepada Allah!"

Ada lagi yang berkata kepadanya, "Berdoalah kepada Allah agar Dia memberiku anak! Maka beliau berkata, "Istighfarlah kepada Allah!"

Datang lagi yang lain mengadu kepadanya tentang kebunnya yang kering maka beliau juga berkata, "Istighfarlah kepada Allah!"

Kemudian Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Aku tidak mengatakan hal itu dari pendapatku sendiri tetapi Allah yang mengatakannya di dalam Al-Qur'an,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
“Mohonlah ampun kepada Rabbmu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai." (QS. Nuh: 10-12)

(Al-Jami' Li Ahkamil Qur'an 18/302)

Semua musibah dan kendala yang menimpa kita sesungguhnya akibat dari dosa-dosa yang kita perbuat.

Beristighfarlah kepada Allah seraya mengucapkan, "Astaghfirullah wa atuubu ilaih", memohon ampun dengan kesungguhan hati, lisan dan perbuatan, mengakui dosa dan kesalahan, serta memohon agar Allah menutupi aib-aib kita.

Perbanyaklah mengucapkan kalimat istighfar pada setiap kesempatan agar Allah menurunkan pertolongan-Nya. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menegaskan, "Thuba bagi siapa yang mendapati catatan amalnya dipenuhi dengan istighfar."

Thuba maknanya dijelaskan oleh para ulama yaitu surga, atau pohon di surga, atau pahala yang sangat besar.

Siapa yang Allah kehendaki untuk memperbaiki keadaannya maka Allah akan mengilhami dirinya untuk banyak beristighfar.

manhajulhaq

Referensi: https://www.dakwahpost.com/2023/02/surga-bagi-siapa-yang-memenuhi-catatan-amalnya-dengan-istiqfar.html

Read More
MAHALNYA HIDAYAH MENGENAL ISLAM DAN SUNNAH

MAHALNYA HIDAYAH MENGENAL ISLAM DAN SUNNAH

Betapa Mahalnya Hidayah Sunnah

Sesuatu yang paling mahal di dunia ini adalah Hidayah Mengenal Sunnah.

Mengapa dikatakan Mahal?
Karena Hidayah mengenal Sunnah sama seperti Hidayah mengenal Islam.

Bisa kita bayangkan, dari sekian trilyun manusia yang hidup di muka bumi ini, berapa di antara mereka yang mendapat hidayah untuk memeluk Agama Islam? Lalu dari sekian milyar orang yang beragama Islam, berapa persen di antara mereka yang hatinya tergerak untuk mau mendalami Agama?

Dan dari sekian persen orang yang mendalami Agama Islam, berapa persenkah orang yang betul-betul mendalami agama dengan benar?

Kemudian dari sekian orang yang mendalami Agama dengan benar, berapa persenkah orang yang mau Mengamalkan Ilmu yang telah didapatkan?

Oleh karena itu, Hidayah Mengenal Sunnah serta Mengamalkan nya merupakan sesuatu yang sangat mahal, tak kan tergantikan dengan dunia dan seisinya. Sehingga bagi yang telah mendapat Hidayah yang sangat mahal ini, hendaknya ia Bersyukur.```

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang Da’i yang berasal dari Kuwait, yaitu Dr. Abdurrahman As-Sumait. Aslinya, beliau adalah seorang dokter internist (ahli penyakit dalam).

Beliau mengambil kuliah S1 di Baghdad, S2 di Inggris, dan S3 di Kanada. Beliau sudah memiliki pekerjaan di rumah sakit Kuwait dengan penghasilan yang sangat besar. Akan tetapi, beliau tinggalkan penghasilan yang sangat besar itu dan pergi ke pedalaman Afrika serta mengajak mereka untuk masuk ke dalam Agama Islam.

Ketika ada orang yang pindah keyakinan dan memeluk Agama Islam, maka usai mengucapkan kalimat Syahadat, orang-orang Afrika tersebut menangis karena bahagia dan sedih. Mereka bahagia karena mendapatkan Hidayah, sedangkan mereka sedih sambil berkata, “Mengapa kalian (kaum Muslimin) baru datang sekarang (datang ke Afrika) ? Dulu kalian pada kemana ? Sehingga orang tua kami tidak sempat menikmati indahnya Islam dan meninggal dalam keadaan Kufur... Kemanakah kalian, wahai kaum Muslimin ?” Tanya orang-orang Afrika tersebut kepada beliau .. (Dr. Abdurrahman As-Sumait).

Hal itulah yang menyentuh perasaan beliau, sehingga beliau mendedikasikan seluruh umurnya untuk berdakwah di negeri Afrika. Padahal beliau di sana mendapat banyak cobaan berupa penyakit-penyakit berat, seperti diabetes, ginjal, tensi tinggi.

Akan tetapi, beliau tidak mempedulikan hal itu dan beliau meninggalkan seluruh kenikmatan duniawi, lalu tinggal di pedalaman Afrika.

Di sana, beliau tidur di atas tikar dan beratapkan langit. Terkadang, ancaman binatang buas ada di sekitarnya.

Namun beliau dengan taufiq dari Allah Ta’ala sukses berdakwah selama 29 tahun di pedalaman Afrika dan Beliau rahimahullah berhasil ::

• Meng-Islamkan 11 juta orang.
• Membangun 5.500 buah Masjid di berbagai penjuru Afrika,
• Mengkader 40.000 Da’i, serta
• Terlibat dalam aktivitas Sosial: membangun 11.000 Sumur.
 Akhirnya beliau wafat pada tahun 1434 H atau 2013 M.

Beliau meninggal dunia dengan meninggalkan sejumlah 'Amalan Kebaikan yang sangat prestisius (berharga).. Namun kita? Apa yang akan kita tinggalkan untuk akhirat nanti...??

Sudah berapa orangkah yang kita dakwahi, sehingga mereka mendapatkan Hidayah..? Mungkinkah orang tua kita pun, sampai saat ini belum mengenal Sunnah ? atau.. bahkan hingga menjelang akhir hayat orang tua kita, sudahkah kita kenalkan Sunnah kepada mereka?...

#hhsmipit

🌐 _Referensi: Rekaman kajian “Mencuri Hati” yang disampaikanoleh Ust Abdullah Zaen Lc MA حفظه الله تعالى.

Sumber: https://www.dakwahpost.com/2023/02/mahalnya-hidayah-mengenal-islam-dan-sunnah.html

Read More